KENDARI — Universitas Mandala Waluya melalui Unit Alumni dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar Forum Kepemimpinan Mahasiswa 2026 pada Sabtu, 19 April 2026, di Aula Utama Gedung Rektorat. Acara yang menghadirkan ratusan mahasiswa aktif dan alumni terkemuka ini merupakan inisiatif strategis untuk mempersiapkan generasi pemimpin berkualitas dan berkelanjutan bagi masa depan bangsa.
Kegiatan yang bertajuk “Membangun Kepemimpinan Transformatif: Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Berkelanjutan” ini menjadi momentum penting bagi ekosistem kemahasiswaan Universitas Mandila Waluya. Dengan menghadirkan 12 pembicara utama, 8 organisasi mahasiswa pendamping, dan lebih dari 500 peserta dari berbagai unit kerja kampus, acara ini mencerminkan komitmen institusi dalam mengembangkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.
Latar Belakang dan Motivasi Penyelenggaraan
Forum Kepemimpinan Mahasiswa 2026 merupakan program tahunan yang dirancang secara khusus oleh Unit Alumni Universitas Mandala Waluya bekerja sama dengan BEM dan organisasi mahasiswa lainnya. Menurut dokumentasi resmi kampus, program ini lahir dari kebutuhan nyata untuk menciptakan jembatan komunikasi yang kuat antara mahasiswa aktif dengan para alumni sukses yang telah berkontribusi di berbagai sektor industri, pemerintahan, dan organisasi sosial.
Koordinator acara, Amran Syukri, Ketua BEM Universitas Mandala Waluya periode 2025-2026, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar ajang formal, melainkan sebagai ruang interaksi organik yang memungkinkan transfer pengetahuan dan pengalaman secara langsung. “Kami percaya bahwa mahasiswa tidak hanya perlu belajar dari dosen dan buku, tetapi juga membutuhkan mentoring nyata dari praktisi yang telah membuktikan kemampuannya di lapangan,” ujar Amran saat ditemui di kantor BEM, Rabu (16 April 2026).
Motivasi penyelenggaraan forum ini dipicu oleh survei internal yang dilakukan oleh Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia Unit Alumni pada Januari 2026. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa 73 persen mahasiswa Universitas Mandala Waluya merasa membutuhkan panduan lebih intensif dalam mengembangkan soft skills kepemimpinan, manajemen konflik, dan pengambilan keputusan strategis.
Program dan Rangkaian Kegiatan
Forum Kepemimpinan Mahasiswa 2026 dirancang dalam format komprehensif yang meliputi berbagai segmen strategis. Acara dibuka dengan orasi pembukaan oleh Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Bambang Sutrisno, M.Sc., yang menekankan pentingnya kepemimpinan etis dalam era digital dan transformasi sosial.
Segmen pertama, berlangsung pukul 09.00-11.30 WITA, menghadirkan empat pembicara utama dengan topik spesialisasi berbeda. Wawancara panel pertama menampilkan Dr. Muhammad Ridho, S.E., M.B.A., alumnus Universitas Mandala Waluya angkatan 2010 yang kini menjabat sebagai Direktur Operasional PT Pertamina Regional Sulawesi Tenggara. Dr. Ridho berbagi pengalamannya dalam membangun tim high-performance di industri energi terbarukan.
“Kepemimpinan bukan tentang otoritas, tetapi tentang kemampuan menginspirasi dan memberdayakan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Ketika saya masih menjadi mahasiswa di Universitas Mandala Waluya, saya belajar bahwa karakter dan integritas adalah fondasi utama,” kata Dr. Ridho dalam sambutan awalnya.
Pembicara kedua, Ibu Siti Nurhaliza, M.Pd., seorang alumna yang kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, membagikan perspektifnya tentang kepemimpinan publik dan tanggung jawab sosial. Ibu Siti menekankan pentingnya pemimpin yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Segmen kedua berlangsung dari pukul 12.30-14.00 WITA setelah istirahat makan siang bersama. Dalam sesi ini, peserta diajak mengikuti workshop interaktif yang dipandu oleh lima fasilitator profesional dari berbagai latar belakang. Workshop mencakup topik-topik seperti “Emotional Intelligence untuk Pemimpin Muda,” “Strategi Komunikasi Efektif di Era Digital,” “Manajemen Krisis dan Pengambilan Keputusan Cepat,” “Entrepreneurship Sosial,” dan “Kepemimpinan Inklusi dan Keberagaman.”
Masing-masing workshop diikuti oleh sekitar 100 peserta yang dibagi dalam ruang-ruang diskusi terpisah. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan dan diskusi yang berlangsung cukup panjang melampaui jadwal yang telah ditetapkan.
Segmen ketiga, yakni “Forum Tanya Jawab dan Mentoring Kelompok,” berlangsung dari pukul 14.30-16.00 WITA. Dalam sesi ini, peserta diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan narasumber dalam kelompok-kelompok kecil, memungkinkan diskusi yang lebih mendalam dan personal.
Peran Organisasi Mahasiswa dalam Kesuksesan Acara
Kesuksesan pelaksanaan Forum Kepemimpinan Mahasiswa 2026 tidak terlepas dari peran aktif delapan organisasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya. Organisasi-organisasi tersebut antara lain Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Mahasiswa (DEMA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) dari berbagai fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang seni dan budaya, serta organisasi profesional seperti Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) dan Asosiasi Mahasiswa Teknik (AMT).
Keterlibatan organisasi-organisasi ini bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai penuh tanggung jawab dalam berbagai aspek. BEM dan DEMA memiliki peran strategis dalam koordinasi general, penggalangan dana, dan manajemen keseluruhan acara. Sementara itu, UKM Seni dan Budaya menangani aspek dekorasi dan hiburan budaya yang memperkaya atmosfer forum.
Eka Putri Wijaya, Sekretaris DEMA Universitas Mandala Waluya, menjelaskan bagaimana organisasi mahasiswa memandang tanggung jawab mereka dalam forum ini. “Kami melihat forum ini bukan hanya sebagai acara akademis biasa, tetapi sebagai investasi untuk masa depan mahasiswa sendiri. Setiap organisasi mahasiswa berkontribusi sesuai dengan keahlian dan resources yang dimiliki,” tutur Eka saat ditemui di Ruang Sekretariat DEMA, Jumat (18 April 2026).
Khusus untuk HMPS dari berbagai program studi, mereka bertanggung jawab dalam menyiapkan materi-materi tematik yang relevan dengan bidang ilmu masing-masing dan menjembatani peserta dengan pembicara yang relevan.
Perspektif Unit Alumni dalam Pembinaan Mahasiswa
Dr. Ir. Hasanuddin, M.T., Kepala Unit Alumni Universitas Mandala Waluya, mengungkapkan bahwa forum ini merupakan manifestasi nyata dari visi Unit Alumni untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara mahasiswa dan alumni. Dalam wawancara eksklusif dengan media kampus, Dr. Hasanuddin menekankan pentingnya kesinambungan dalam pengembangan sumber daya manusia lulusan.
“Unit Alumni tidak hanya bertugas mengelola data alumni dan menjalin silaturahmi sesama alumni. Lebih dari itu, kami memiliki tanggung jawab untuk menciptakan linkage yang bermakna antara alumni sukses dengan mahasiswa aktif, sehingga terjadi continuous learning dan knowledge transfer yang beneficial bagi kedua belah pihak,” jelasnya.
Dr. Hasanuddin juga mengungkapkan bahwa forum ini adalah bagian dari program jangka panjang untuk memperkuat ekosistem entrepreneurship dan innovation di lingkungan Universitas Mandala Waluya. “Kami ingin menciptakan kultur di mana alumni tidak hanya menjadi donor finansial, tetapi juga intellectual donor yang secara konsisten berbagi pengalaman, insight, dan mentoring kepada generasi mahasiswa yang lebih muda,” tambahnya.
Dampak dan Harapan ke Depan
Meskipun acara baru saja berlangsung, respons peserta menunjukkan bahwa Forum Kepemimpinan Mahasiswa 2026 memberikan dampak signifikan terhadap motivasi dan kesadaran kepemimpinan peserta. Melalui pre-event dan post-event survey yang dilakukan secara digital, terlihat peningkatan signifikan dalam persepsi peserta terhadap kapabilitas kepemimpinan mereka sendiri.
Dari 500 peserta yang menjawab post-event survey, 87 persen menyatakan bahwa forum memberikan perspektif baru tentang kepemimpinan dan menginspirasi mereka untuk lebih terlibat dalam pengambilan keputusan organisasional. Sebanyak 92 persen peserta juga mengindikasikan minat untuk mendapatkan mentoring berkelanjutan dari narasumber atau alumni yang relevan dengan bidang minat mereka.
Data ini menunjukkan bahwa forum tidak hanya sebagai ajang satu kali, tetapi telah memicu komitmen lebih dalam untuk pengembangan berkelanjutan. Banyak peserta yang secara aktif meninggalkan kontak mereka dengan narasumber dan meminta kesempatan untuk diskusi lebih lanjut.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Bambang Sutrisno, M.Sc., dalam penutupan acara menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan forum. “Forum seperti ini adalah bukti nyata bahwa Universitas Mandala Waluya tidak hanya fokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kepemimpinan mahasiswa. Ini yang akan membuat lulusan kami menjadi agent of change yang berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan daerah,” ujarnya.
Kelanjutan dan Program Masa Depan
BEM dan Unit Alumni sudah merencanakan seri lanjutan dari Forum Kepemimpinan Mahasiswa. Amran Syukri mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan untuk mengadakan forum serupa dengan skala yang lebih besar pada tahun depan, termasuk melibatkan alumni dari universitas-universitas terkemuka lainnya.
“Kami juga sedang mengembangkan program mentoring one-on-one dan small group mentoring yang akan berlangsung sepanjang tahun akademik. Harapannya, setiap mahasiswa yang tertarik dapat memiliki seorang mentor alumni yang membimbing mereka dalam pengembangan kepemimpinan dan karir,” katanya.
Selain itu, Unit Alumni juga merencanakan untuk membuat platform digital yang memudahkan mahasiswa untuk terhubung dengan alumni dan mengakses resources pengembangan kepemimpinan. Platform ini akan diluncurkan pada bulan Agustus 2026 mendatang.
Penutup
Forum Kepemimpinan Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Alumni dan BEM Universitas Mandala Waluya pada 19 April 2026 merupakan inisiatif penting dalam ekosistem pengembangan mahasiswa kampus. Dengan melibatkan ratusan peserta, puluhan narasumber alumni, dan delapan organisasi mahasiswa, forum ini menciptakan momentum yang powerful untuk transfer pengetahuan dan pengalaman kepemimpinan dari generasi senior kepada generasi muda.
Antusiasme peserta, dukungan penuh dari pimpinan universitas, dan komitmen berkelanjutan dari Unit Alumni menunjukkan bahwa Universitas Mandala Waluya serius dalam misinya menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kapabilitas kepemimpinan yang tinggi.
Ke depannya, diharapkan bahwa forum ini dapat menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam membentuk pemimpin-pemimpin masa depan yang etis, visioner, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
—
[Jumlah kata: 1.987 kata]