KENDARI – Universitas Mandala Waluya kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi. Kali ini, pencapaian gemilang datang dari sejumlah mahasiswa yang berhasil meraih medali emas dan perak di berbagai ajang kompetisi nasional dan internasional. Prestasi ini menandai momentum positif bagi institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara dalam berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Penghargaan internasional pertama diraih oleh Audy Pratama Yunus (22), mahasiswa Program Studi Teknik Informatika angkatan 2022, yang berhasil merebut medali emas dalam kategori Software Development pada “International Technology Innovation Challenge 2026” yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April 2026. Kompetisi bergengsi ini menghadirkan lebih dari 450 peserta dari 38 negara di seluruh Asia Pasifik.
Berbeda dengan Audy, prestasi internasional lainnya diraih oleh tim debate mahasiswa Universitas Mandala Waluya, yang terdiri dari Siti Nurhaliza Rahman, Rizkita Dewantari, dan M. Rizki Ananda, dalam “Asian University Debate Tournament 2026” yang berlangsung di Manila, Filipina, pada 5-7 April 2026. Ketiga mahasiswa tersebut berhasil menembus semifinal dan meraih medali perunggu dalam kategori English Parliamentary Debate.
Sementara itu, di tingkat nasional, prestasi juga terus berdatangan. Dalam “National Student Research Competition 2026” yang digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada 2-4 April 2026 di Jakarta, mahasiswa Program Studi Biologi, Nabila Hasna Putri, berhasil meraih medali emas dengan penelitiannya berjudul “Potensi Ekstrak Tanaman Obat Lokal Sulawesi Tenggara dalam Pengembangan Imunoterapi Kanker”. Risetnya menjadi satu-satunya karya dari kawasan timur Indonesia yang masuk dalam 10 besar kompetisi tersebut.
Dedikasi dan Persiapan Matang
Audy Pratama Yunus mengungkapkan bahwa pencapaiannya bukan hasil kebetulan semata, melainkan buah dari dedikasi dan persiapan yang intensif selama delapan bulan. “Saya mulai mengikuti kursus online dari berbagai platform terkemuka sejak Agustus 2025. Setiap hari, saya luangkan minimal empat jam untuk coding dan mengembangkan aplikasi. Dukungan dari dosen pembimbing saya, Dr. Bambang Sutrisno, sangat berarti dalam membimbing saya merancang software yang dapat merespons tantangan kompetisi,” ujar Audy dalam wawancara eksklusif dengan Unit Alumni Universitas Mandala Waluya pada Kamis (11/4/2026).
Aplikasi yang dikembangkan Audy, bernama “EduManage Pro”, merupakan sistem manajemen pembelajaran berbasis artificial intelligence yang dirancang khusus untuk membantu sekolah-sekolah di daerah terpencil mengakses platform pendidikan modern. Sistem tersebut dapat beradaptasi dengan konektivitas internet yang terbatas dan mengoptimalkan pengalaman belajar siswa dengan fitur pembelajaran offline yang canggih.
“Juri internasional sangat terkesan dengan konsep saya yang tidak hanya fokus pada teknologi semata, tetapi juga menyentuh aspek sosial. Saya mencoba membawa perspektif Indonesia, khususnya Sulawesi Tenggara, dalam mengembangkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan lokal,” lanjut Audy dengan penuh kebanggaan.
Sementara itu, Siti Nurhaliza Rahman, ketua tim debate Universitas Mandala Waluya, mengakui bahwa meraih medali perunggu di tingkat Asia merupakan pencapaian yang sangat berarti bagi institusi mereka. “Kami berlatih setiap hari, mulai dari pukul 17.00 hingga 21.00 untuk memahami isu-isu global dan mengasah kemampuan argumentasi kami. Kompetisi di Manila memberikan pengalaman yang tak terlupakan karena kami berdebat melawan tim-tim dari universitas ternama seperti Universitas Filipina, Universitas Chulalongkorn Thailand, dan Universitas Nasional Singapura,” jelas Siti, mahasiswi semester lima Prodi Hukum ini.
Berbeda dengan dua prestasi sebelumnya, Nabila Hasna Putri dari Program Studi Biologi menceritakan bahwa penelitiannya didasarkan pada obsesi untuk memanfaatkan potensi kekayaan alam Sulawesi Tenggara yang masih banyak belum tereksplorasi. “Sulawesi Tenggara memiliki flora dan fauna yang luar biasa beragam, namun belum banyak dikaji secara ilmiah untuk kepentingan farmasi dan kesehatan. Penelitian saya mencoba mengisi gap tersebut dengan menguji efektivitas ekstrak dari lima jenis tanaman obat lokal terhadap sel kanker,” papar Nabila, mahasiswi angkatan 2021 yang juga penerima beasiswa LPDP ini.
Dukungan Institusional yang Kuat
Pencapaian para mahasiswa Universitas Mandala Waluya tidak terlepas dari dukungan penuh dari institusi. Kepala Unit Alumni Universitas Mandala Waluya, Dra. Hj. Rina Kustiawati, M.Pd., menyambut gembira prestasi-prestasi tersebut dan menegaskan komitmen kampus dalam mengembangkan ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa berinovasi.
“Pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa Universitas Mandala Waluya memiliki sumber daya manusia yang kompeten, baik dari sisi mahasiswa maupun dosen. Unit Alumni kami selalu berkomitmen untuk memfasilitasi berbagai kegiatan pengembangan diri mahasiswa, mulai dari lokakarya keterampilan, pendampingan penelitian, hingga pemberian informasi tentang berbagai kompetisi akademik tingkat nasional dan internasional,” ungkap Rina dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung Rektorat Universitas Mandala Waluya pada hari yang sama.
Lebih lanjut, Rina menambahkan bahwa prestasi-prestasi ini juga memberikan dampak positif bagi reputasi institusi. “Setiap kali salah satu mahasiswa kami meraih prestasi, nama Universitas Mandala Waluya semakin dikenal luas. Ini berarti kontribusi kami terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia semakin nyata. Kami juga berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan tidak takut untuk bersaing di tingkat internasional,” lanjutnya.
Rektorat Universitas Mandala Waluya juga turut memberikan apresiasi khusus kepada para mahasiswa berprestasi. Prof. Dr. Sudrajat Wahjudi, Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam pesan tertulis kepada Unit Alumni menyatakan, “Prestasi gemilang yang dicapai oleh Audy, Siti, Nabila, dan rekan-rekan mereka adalah kebanggaan bersama seluruh civitas akademika Universitas Mandala Waluya. Mereka telah membuktikan bahwa mahasiswa dari universitas di daerah timur Indonesia mampu bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa dari universitas-universitas ternama di dunia. Kami akan terus mendorong dan mendukung setiap mahasiswa untuk mengembangkan potensi maksimal mereka dan berkontribusi pada kemajuan bangsa.”
Dampak dan Inspirasi
Pencapaian para mahasiswa Universitas Mandala Waluya ini memberikan dampak signifikan, baik dari sisi internal kampus maupun eksternal. Secara internal, prestasi-prestasi ini telah menginspirasi ribuan mahasiswa lainnya untuk lebih serius dalam mengembangkan potensi akademik mereka. Berbagai unit kampus, termasuk Unit Alumni, telah menerima peningkatan permintaan untuk mengikuti program-program pengembangan diri dan mentoring dari mahasiswa-mahasiswa berprestasi lainnya.
“Sebelum prestasi rekan-rekan kami diumumkan, saya hanya menganggap kompetisi nasional dan internasional sebagai sesuatu yang jauh dan sulit dijangkau. Namun, sekarang saya merasa bahwa itu adalah sesuatu yang sangat mungkin untuk dilakukan jika saya benar-benar berkomitmen,” ujar Febrian Hidayat, mahasiswa semester tiga Prodi Teknik Sipil, yang baru saja mendaftar untuk mengikuti “National Engineering Innovation Challenge 2026” setelah mendapat inspirasi dari pencapaian Audy.
Dari sisi eksternal, prestasi ini juga telah meningkatkan visibilitas Universitas Mandala Waluya di tingkat nasional dan internasional. Berbagai media massa, baik lokal maupun nasional, telah memberikan liputan mendalam tentang pencapaian para mahasiswa ini. Selain itu, universitas juga telah menerima inquiry dari beberapa universitas partner di luar negeri yang tertarik untuk melakukan kolaborasi akademik.
Dr. Bambang Sutrisno, dosen pembimbing Audy Pratama Yunus, mengungkapkan bahwa prestasi mahasiswanya ini juga membuka peluang baru bagi Program Studi Teknik Informatika untuk memperkuat kurikulum dan kerjasama dengan industri teknologi global. “Keberhasilan Audy dalam kompetisi internasional menunjukkan bahwa kurikulum yang kami terapkan sudah relevan dengan standar internasional. Namun, tentu saja ada ruang untuk terus berkembang. Saat ini, saya sedang merancang mata kuliah khusus tentang ‘Social Tech Innovation’ yang dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan teknologi yang tidak hanya canggih tetapi juga berdampak sosial,” jelas Dr. Bambang.
Rencana Pengembangan ke Depan
Unit Alumni Universitas Mandala Waluya juga telah merencanakan serangkaian kegiatan untuk terus memfasilitasi pengembangan prestasi akademik mahasiswa di masa mendatang. Dra. Rina Kustiawati menjelaskan bahwa akan ada program mentoring khusus yang akan melibatkan para mahasiswa berprestasi sebagai mentor bagi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki potensi tinggi.
“Kami akan membentuk ‘Excellence Center’ di bawah naungan Unit Alumni yang akan menjadi wadah bagi mahasiswa-mahasiswa yang ingin berkembang ke level yang lebih tinggi. Di sini, mereka akan mendapatkan pendampingan intensif dari dosen dan senior yang telah berpengalaman mengikuti kompetisi tingkat tinggi. Kami juga akan mengadakan workshop rutin tentang berbagai kompetisi akademik dan cara-cara efektif untuk mempersiapkan diri,” ungkap Rina dengan antusias.
Lebih jauh, pihak universitas juga sedang mengupayakan peningkatan alokasi dana untuk mendukung mahasiswa yang akan mengikuti kompetisi tingkat nasional dan internasional. “Biaya pendaftaran, perjalanan, dan akomodasi untuk kompetisi internasional memang sangat tinggi. Kami berkomitmen untuk membantu meringankan beban finansial mahasiswa-mahasiswa berbakat kami melalui berbagai skema beasiswa dan bantuan dari alumni,” tambah Rina.
Penutup
Pencapaian luar biasa yang telah diraih oleh Audy Pratama Yunus, Siti Nurhaliza Rahman, Rizkita Dewantari, M. Rizki Ananda, dan Nabila Hasna Putri dari Universitas Mandala Waluya membuktikan bahwa institusi pendidikan di daerah timur Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat global.
Prestasi-prestasi ini juga mengingatkan kita semua bahwa prestasi akademik tinggi bukan hanya milik universitas-universitas besar di kota-kota besar. Dengan dedikasi, disiplin, dan dukungan yang tepat dari institusi dan dosen pembimbing, mahasiswa dari universitas manapun memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai puncak kesuksesan akademik.
Ke depannya, diharapkan prestasi-prestasi ini akan terus berdatangan dari berbagai program studi dan lapisan mahasiswa di Universitas Mandala Waluya. Dengan demikian, universitas tidak hanya berkontribusi pada pengembangan pendidikan di Sulawesi Tenggara, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara keseluruhan.
Untuk mahasiswa-mahasiswa Universitas Mandala Waluya yang membaca berita ini, prestasi para senior kalian adalah bukti bahwa langit bukan lagi batas. Dengan tekad yang kuat dan persiapan yang matang, kalian juga bisa meraih prestasi setinggi mereka, bahkan melebihinya. Selamat berjuang, dan semoga kampus kita terus menghasilkan pemimpin dan inovator yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
—
Kata kunci: Universitas Mandala Waluya, mahasiswa berprestasi, kompetisi internasional, prestasi akademik, Kendari, Sulawesi Tenggara, inovasi teknologi, debate, penelitian, sumber daya manusia