Kendari – Universitas Mandila Waluya terus menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan standar mutu akademik dan kelembagaan. Dalam upaya memperkuat fondasi institusi, Unit Alumni kampus yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara, mengambil peran strategis sebagai mitra dalam akselerasi peningkatan akreditasi dan mutu pendidikan. Langkah proaktif ini dibuktikan melalui serangkaian program inovatif yang dirancang untuk menciptakan sinergi antara institusi, mahasiswa, alumni, dan stakeholder eksternal.
Menurut informasi yang dikumpulkan, inisiatif Unit Alumni Universitas Mandala Waluya mencakup pengembangan jaringan profesional, peningkatan engagement alumni terhadap kegiatan akademik, serta kontribusi nyata dalam penjaminan mutu lembaga. Strategi komprehensif ini menjadi bagian integral dari roadmap besar universitas dalam mencapai status akreditasi A dan sertifikasi internasional dalam lima tahun ke depan.
### Latar Belakang: Komitmen Universitas terhadap Keunggulan Akademik
Universitas Mandala Waluya, sebagai institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Kendari, telah beroperasi selama lebih dari dua puluh tahun dengan reputasi yang solid di kawasan Sulawesi Tenggara. Namun, dinamika pendidikan tinggi global yang terus berkembang menuntut setiap institusi untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar operasionalnya.
Presiden Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Sc., dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya akreditasi sebagai bukti nyata komitmen terhadap kualitas. “Akreditasi bukan hanya sebuah sertifikat yang menghiasi dinding kantor, melainkan representasi konkret dari dedikasi seluruh civitas akademika dalam memberikan pendidikan terbaik kepada mahasiswa,” ujarnya dalam sebuah pertemuan dengan Unit Alumni pada minggu lalu.
Latar belakang keputusan untuk melibatkan Unit Alumni secara aktif dalam agenda peningkatan mutu juga berkaitan dengan pemahaman mendalam tentang peran alumni sebagai brand ambassador institusi. Alumni yang sukses dan puas terhadap pendidikan yang mereka terima akan secara organik menjadi promoter efektif bagi universitas, sekaligus memberikan masukan berharga untuk peningkatan kurikulum dan fasilitas akademik.
### Program Akreditasi dan Peningkatan Mutu: Strategi Terintegrasi
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Siti Nurhaliza, Ph.D., menjelaskan bahwa program peningkatan mutu yang diluncurkan merupakan hasil dari audit internal komprehensif dan benchmarking dengan universitas-universitas terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara.
“Kami telah mengidentifikasi lima pilar utama yang menjadi fokus pengembangan selama periode 2026-2031,” ujar Dr. Siti dalam wawancara eksklusif pada 13 April 2026. Kelima pilar tersebut mencakup: (1) Peningkatan Kualifikasi Dosen, (2) Modernisasi Infrastruktur dan Teknologi Pembelajaran, (3) Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Industri, (4) Penguatan Riset dan Inovasi, serta (5) Peningkatan Engagement Stakeholder Eksternal termasuk Alumni.
Pada pilar pertama, universitas berkomitmen untuk meningkatkan persentase dosen dengan gelar S3 dan sertifikasi internasional. Saat ini, 58 persen dosen Universitas Mandala Waluya telah menyelesaikan program doktor, dengan target peningkatan menjadi 75 persen pada akhir tahun 2028. Program beasiswa pascasarjana dan hibah penelitian telah dialokasikan untuk mendukung pencapaian target ini.
Pilar kedua mencerminkan kesadaran institusi terhadap pentingnya transformasi digital dalam pendidikan. Universitas telah mengalokasikan dana signifikan untuk upgrading laboratorium komputer, pengembangan learning management system berbasis artificial intelligence, serta peningkatan kapasitas internet bandwidth di seluruh kampus.
### Peran Strategis Unit Alumni dalam Penjaminan Mutu
Kepala Unit Alumni Universitas Mandala Waluya, Drs. Antonius Wijaya, M.M., mengungkapkan bahwa Unit Alumni tidak hanya berfungsi sebagai pusat networking alumni, tetapi juga sebagai lembaga yang turut berkontribusi aktif dalam penjaminan mutu akademik. “Unit Alumni kami menjalankan fungsi intermediary yang sangat penting antara industri dan universitas,” jelasnya.
Program unggulan Unit Alumni yang terkait dengan akreditasi mencakup beberapa inisiatif inovatif. Pertama, Program Tracer Study yang disempurnakan untuk melacak trajectory karir alumni dan mengumpulkan feedback tentang relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri. Data dari tracer study ini kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan program studi.
Kedua, Alumni Advisory Board yang terdiri dari alumni sukses dari berbagai industri. Badan ini memberikan masukan strategis tentang pengembangan kurikulum dan penyelarasan program akademik dengan kebutuhan pasar kerja. “Kami memiliki alumni yang bekerja di perusahaan multinasional, startup teknologi, institusi pemerintah, dan berbagai sektor lainnya. Keberagaman ini memberikan perspektif holistik tentang kompetensi yang dibutuhkan lulusan,” ungkap Drs. Wijaya.
Ketiga, Program Mentoring dan Knowledge Transfer dimana alumni berpengalaman secara reguler berbagi insight dan pengalaman profesional mereka kepada mahasiswa aktif. Kegiatan ini tidak hanya memberikan value tambahan kepada mahasiswa, tetapi juga memperkuat sense of belonging dan loyalitas mereka terhadap alma mater.
Keempat, Contribution to Research and Innovation dimana alumni didorong untuk berkolaborasi dengan dosen dalam kegiatan penelitian dan pengembangan produk inovatif. Beberapa alumni entrepreneur telah menjalin kerjasama dengan laboratorium universitas untuk mengembangkan solusi bisnis berbasis riset akademik.
### Respons Positif dan Dukungan Stakeholder
Direktur Biro Jaminan Mutu Universitas Mandala Waluya, Ir. Cahyo Pramudito, M.Eng., mengungkapkan antusiasme terhadap keterlibatan Unit Alumni. “Data yang kami kumpulkan dari alumni melalui berbagai instrumen memberikan validasi eksternal yang sangat berharga untuk self-evaluation universitas dalam proses akreditasi,” katanya.
Cahyo menambahkan bahwa feedback alumni telah membantu universitas mengidentifikasi gap antara pembelajaran di kelas dengan ekspektasi industri. “Misalnya, alumni dari bidang teknik memberikan masukan bahwa lulusan kami membutuhkan peningkatan soft skill, terutama dalam hal komunikasi dan kepemimpinan. Berdasarkan feedback ini, kami telah mengintegrasikan modul pengembangan soft skill dalam kurikulum semua program studi teknik kami,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Senat Akademik Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Rahmat Iskandar, M.A., melihat peran Unit Alumni sebagai bagian dari ekosistem kualitas yang lebih luas. “Akreditasi itu bukan hanya tentang memenuhi standar minimal, tetapi tentang continuous improvement. Unit Alumni membantu kami untuk selalu mendengarkan voice of customer – dalam hal ini alumni dan pengguna lulusan – untuk terus meningkatkan kualitas,” ujarnya.
### Dampak dan Hasil yang Diharapkan
Investasi universitas dalam program peningkatan mutu dengan melibatkan Unit Alumni diproyeksikan akan membawa dampak signifikan dalam beberapa aspek. Pertama, peningkatan kepuasan alumni terhadap kualitas pendidikan yang mereka terima, yang akan meningkatkan reputasi institusi di mata publik dan calon mahasiswa.
Kedua, peningkatan employability lulusan karena kurikulum yang lebih selaras dengan kebutuhan industri. Data dari Biro Jaminan Mutu menunjukkan bahwa lulusan yang mendapat pekerjaan sesuai bidang studi mereka meningkat dari 72 persen (2024) menjadi 84 persen (2025), dan target untuk 2026 adalah 90 persen.
Ketiga, peningkatan kontribusi alumni dalam mendukung aktivitas akademik dan pengembangan universitas, baik melalui mentoring, magang, sponsorship penelitian, maupun donasi untuk pengembangan fasilitas.
Keempat, positioning universitas yang semakin kuat di tingkat nasional dan regional, dengan target untuk masuk dalam 100 besar universitas terbaik Indonesia dalam ranking akademik dalam tiga tahun ke depan.
### Tantangan dan Strategi Mitigation
Meskipun optimis, Drs. Antonius Wijaya juga mengakui adanya tantangan dalam implementasi program. “Salah satu tantangan terbesar adalah engagement alumni yang konsisten, terutama untuk alumni yang telah lama lulus dan tersebar di berbagai wilayah. Kami sedang mengembangkan platform digital untuk memfasilitasi engagement yang lebih mudah dan fleksibel,” jelasnya.
Selain itu, universitas juga menghadapi tantangan dalam mengkonversi feedback alumni menjadi tindakan konkret dalam waktu yang efisien. Untuk mengatasi hal ini, telah dibentuk task force khusus yang bertanggung jawab untuk fast-tracking implementasi rekomendasi dari Unit Alumni yang dirasa urgent.
### Komitmen Jangka Panjang
Dalam pernyataan resminya, Prof. Dr. Bambang Sutrisno menekankan bahwa komitmen Universitas Mandala Waluya terhadap peningkatan mutu adalah komitmen jangka panjang yang akan terus berkelanjutan melampaui periode target akreditasi. “Kami ingin membangun culture of excellence di universitas ini, dimana setiap anggota civitas akademika, termasuk alumni, memiliki sense of responsibility terhadap peningkatan kualitas institusi,” ujarnya.
Universitas juga telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar 8 persen dari total operating budget untuk kegiatan peningkatan mutu dan akreditasi. Alokasi ini menunjukkan seriusnya institusi dalam mengejawantahkan visi-misinya.
### Kesimpulan
Langkah strategis Universitas Mandala Waluya dalam melibatkan Unit Alumni secara aktif dalam agenda peningkatan akreditasi dan mutu akademik mencerminkan pemahaman yang matang tentang ekosistem pendidikan tinggi yang kompleks. Dengan memanfaatkan jaringan dan expertise alumni, universitas tidak hanya memperkuat fondasi akreditasi, tetapi juga membangun partnership yang berkelanjutan untuk mutual benefit antara institusi dan alumni.
Seiring dengan perkembangan program ini, Universitas Mandala Waluya di Kendari diharapkan akan terus membuktikan diri sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan zaman dan komitmen terhadap excellence. Perjalanan menuju akreditasi A dan pengakuan internasional baru saja dimulai, namun momentum positif yang telah tercipta melalui kolaborasi dengan Unit Alumni menunjukkan bahwa target tersebut bukan sekadar impian, melainkan roadmap konkret yang dapat diwujudkan.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara dan pengumpulan data dari Unit Alumni dan pimpinan Universitas Mandala Waluya pada tanggal 13 April 2026 di Kendari, Sulawesi Tenggara.